REVIEW BUKU: BERANI TIDAK DISUKAI (Ichiro Kishimi & Fumitake Koga)
Tentang Buku
Judul: Berani Tidak Disukai
Judul asli: The Courage To Be Disliked
Penulis: Ichiro Kishimi & Fumitake Koga
Penerjemah: Agnes Cynthia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Genre: Nonfiksi (self improvement)
Tahun terbit: November 2020 (cetakan ketujuh)
Tebal: 323 halaman
ISBN: 978-602-06-3321-3
Blurb
membaca buku ini bisa mengubah hidup anda. jutaan orang sudah menarik manfaat darinya
Berani Tidak Disukai, yang sudah terjual lebih dari 3,5 juta eksemplar, mengungkap rahasia mengeluarkan kekuatan terpendam yang memungkinkan Anda meraih kebahagiaan yang hakiki dan menjadi sosok yang Anda idam-idamkan.
Apakah kebahagiaan adalah sesuatu yang Anda pilih?
Berani Tidak Disukai menyajikan jawabannya secara sederhana dan langsung. Berdasarkan teori Alfred Adler, satu dari tiga psikolog terkemuka abad kesembilan belas selain Freud dan Jung, buku ini mengikuti percakapan yang menggugah antara seorang fulsuf dan seorang pemuda. Dalam lima percakapan yang terjalin, sang filsuf membantu muridnya memahami bagaimana masing-masing dari kita mampu menentukan arah hidup kita, bebas dari belenggu trauma masa lalu dan beban ekspektasi orang lain.
Buku yang kaya kebijaksanaan ini akan memandu Anda memahami konsep memaafkan diri sendiri, mencintai diri, dan menyingkirkan hal-hal yang tidak penting dari pikiran. cara pikir yang membebaskan ini memungkinkan Anda membangun keberanian untuk mengubah dan mengabaikan batasan yang mungkin Anda berlakukan bagi diri Anda.
Review Buku
Dilihat dari sinopsis nya saja, buku ini langsung menjadi target buku nonfiksi pertama saya yang harus saya miliki. Mencintai diri sendiri, dan ingin bebas dari beban ekspektasi orang lain tentunya sangat sulit dilakukan bukan? Saya pun begitu.
Awalnya saya menemukan buku ini ketika menonton vidio dari salah satu youtuber Indonesia. Judul buku Berani Tidak Disukai terlihat jelas di cover buku berwarna putih tersebut, International Bestseller pun juga tampak semakin menarik perhatian saya untuk ingin segera memilikinya. Walaupun cover bukunya kelihatan polos dan jujur biasa-biasa saja, kata kunci Berani Tidak Disukai lah yang membuat saya semakin berminat untuk membacanya.
Mengingat kata kunci, di bab ketiga dari buku Bicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang dosen sekaligus pakar komunikasi terkenal dari Korea, juga menjelaskan bagaimana suksesnya seseorang hanya dengan sebuah satu kata kunci.
Lanjut. Apa yang spesial dari judul Berani Tidak Disukai?.
Sama seperti judulnya, buku ini mengajarkan kita untuk mencintai diri sendiri dan berani tampil beda tanpa perlu memikirkan pendapat orang lain. Beberapa kasus yang sempat ditanyakan oleh pemuda kepada filsuf seakan menjadi jawaban dari pertanyaan yang kita tanyakan pada diri kita sendiri setiap harinya,
Di bab pertama halaman 42, merupakan pembahasan yang paling saya suka dari buku ini. Berani Bahagia. Setiap orang pasti pernah merasa tidak bahagia bukan?. Persoalan, dan tantangan hidup menjadikan kita lemah dan berpikir bahwa hidup ini tidak adil. Namun, sebenarnya bukan hidup ini yang menjadikan kita tidak bahagia, akan tetapi kita sendirilah yang memilih untuk menjadi tidak bahagia. Cara memaknai dunia dan gaya hidup kita lah yang dapat menentukan kebahagiaan kita sendiri.
Engkau yang hidup di sini pada saat ini, menentukan kehidupanmu sendiri (hal 45)
Buku Berani Tidak Disukai ini terdiri atas lima bab yang dibagi menjadi beberapa sub bab.
-Bab pertama berjudul "Menyangkal Keberadaan Trauma"
Di bab ini membahas tentang keberadaan trauma yang sebenarnya tidak ada, hubungan sebab akibat, dan alasan mengapa seseorang tidak bahagia.
-Bab kedua berjudul "Semua Persoalan Adalah Tentang Hubungan Interpersonal"
Bab ini lebih membahas tentang masalah yang dihadapi manusia dalam hubungan personal maupun interpersonal mereka, dan juga alasan mengapa manusia membenci dirinya sendiri.
-Bab ketiga berjudul "Menyisihkan Tugas-Tugas Orang lain"
Di bab ini membahas tentang pentingnya seseorang tidak hidup menurut ekspektasi orang lain, dan membagi tugas kehidupan.
Apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu, mereka menyukaimu atau tidak -- itu adalah tugas mereka, bukan tugasku. (hal 150)
-Bab keempat berjudul "Di manakah pusat dunia ini?"
Di bab ini membahas tentang tujuan dari hubungan interpersonal dan cara merasakan bahwa diri kita berarti
-Bab kelima berjudul "Hidup Dengan Sungguh-Sungguh Di Sini Pada Saat Ini"
Di bab ini kita diberi penjelasan mengenai pentingnya penerimaan diri, dan kesadaran diri yang berlebihan akan melumpuhkan diri sendiri. Tujuan nya adalah agar kita tidak terlalu fokus dengan masa lalu dan masa depan, dan fokus pada kehidupan kita hari ini, saat ini juga.
Kita tidak kekurangan kemampuan. Kita hanya kurang keberanian (hal 249)
Percakapan yang disajikan penulis mengajak kita untuk berpikir bersama, bukan yang menggurui. Jujur sempat capek waktu baca buku ini karena pembahasan nya lumayan menguras otak, beberapa kata atau kalimat yang belum pernah saya dengar juga lumayan bikin sakit kepala, tapi setelah membacanya sampai akhir saya dibuat bungkam karena INI BUKU BAGUS BANGET.
Untuk harganya, buku ini dijual dengan harga Rp. 98.000 (harga pulau jawa).
Banyak hal yang telah saya pelajari dari buku ini. Sebagai buku nonfiksi pertama tentu saya sangat menikmati dan menerapkan apa yang sudah saya pelajari di kehidupan nyata. Ya walaupun kadang masih suka lupa, tapi saya akan tetap belajar untuk menerima diri, mencintai diri saya, menghargai keberadaan saya, dan Berani Tidak Disukai.
Saya sangat merekomendasikan buku ini kepada teman-teman semua yang merasa insecure, kurang bahagia, atau hidup demi ekspektasi orang lain. Karena saya sudah bergabung menjadi salah satu dari jutaan orang yang menerima manfaatnya, sekarang giliran Anda.
Yuk mampir
Instagram: sweetovrn
Twitter: sweetovrn
Spotify: sweetovrn

Komentar
Posting Komentar