Review Buku: Bicara Itu Ada Seninya (Oh Su Hyang)
Tentang Buku
Judul: Bicara Itu Ada Seninya
Judul Asli: The Secret Habits To Master Your Art Of Speaking
Penulis: Oh Su Hyang
Penerjemah: Asti Ningsih
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Genre: Nonfiksi (self improvement)
Tahun terbit: 2018
Tebal: 238 halaman
ISBN: 978-602-455-392-0
Blurb
Tahukah anda bahwa berbicara itu ada seninya?
Ketika komunikasi menjadi hal yang penting untuk bersaing, pakar komunikasi Oh Su Hyang mengeluarkan buku yang sangat berarti. Selain berisi tentang pengalaman pengembangan diri, buku ini juga membahas tentang teknik komunikasi, persuasi dan negosiasi.
Lalu bagaimana cara berbicara yang baik? Apakah berbicara dengan artikulasi yang jelas? Atau berbicara tanpa mengambil napas? Tidak! Sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati. Ucapan seorang juara memiliki daya tarik tersendiri. Ucapan pemandu acara memiliki kemampuan untuk menghidupkan suasana. Anda harus pandai berbicara untuk menunjukkan diri Anda kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi, Anda harus mengetahui metode komunikasi yang efisien.
Buku ini dijabarkan agar dapat dimengerti oleh siapa saja. Anda dapat belajar dari banyak pengalaman orang-orang terkenal dan juga mengenai rahasia komunikasi. Jika Anda membacanya dengan runut, saya yakin rasa percaya diri Anda untuk berbicara pun akan tumbuh dengan sendirinya.
Review Buku
Buku "Bicara Itu Ada Seninya" merupakan buku karya seorang dosen dan pakar komunikasi terkenal dari Korea, Oh Su Hyang.
Buku ini adalah buku nonfiksi kedua yang saya beli setelah buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga. Untuk harganya, buku ini dijual dengan harga Rp. 67.000 (harga pulau jawa).
Jujur perlu pertimbangan lama untuk membeli buku yang satu ini. Selain cover bukunya yang menurut saya biasa-biasa saja, saya juga merasa tertekan untuk membacanya. Saya pikir pembahasannya akan berat dan susah dimengerti. Namun, dugaan saya salah. Saya malah sering tersenyum ketika membaca buku ini. Karena, selain saya mengenal tokoh yang di contohkan penulis ketika membahas suatu kejadian tertentu, cara penulis menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan kedalam tulisan sangat mudah untuk dipahami.
"BERBICARALAH LAYAKNYA PEMIMPIN MAKA MIMPIMU AKAN MENJADI NYATA"
Di buku ini setiap bab dibagi menjadi beberapa sub bab, yang selalu dibuka dengan konsultasi dari beberapa orang mengenai masalah yang mereka hadapi. Tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang komunikasi tidak lupa diikutsertakan sebagai contoh keberhasilan akan masalah yang pernah dialami oleh semua orang ketika berbicara.
Buku Bicara Itu Ada Seninya terdiri atas 5 bab.
-Bab pertama berjudul "Perbedaan Juara 1 Dan Juara 2 Terletak Pada Ucapannya"
Di bab ini membahas tentang masalah umum yang dihadapi seseorang dalam komunikasi sehari-hari. Mulai dari "takut berbicara" karena pernah mengalami kegagalan, hingga cara membuat orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan melalui Strorytelling.
-Bab kedua berjudul "Pintar Mendengar, Pintar Berbicara"
Di bab ini kita akan diajarkan menjadi pendengar yang baik untuk memulai sebagai seorang pembicara yang handal. Oh Su Hyang juga memberikan rumus terapi komunikasi yang baik dengan rumus, C = Q x P x R. 'C' atau communication (pertanyaan), 'Q' atau Question (pertanyaan), 'P' atau Praise (pujian), dan 'R' atau Reaction (reaksi). penjelasan lebih lengkapnya ada di buku halaman 19.
-Bab ketiga berjudul "Ucapan Yang Membuat Lawan Bicara Memihak Kita"
Di bab ini kita akan diberi penjelasan mengenai kesuksesan yang dapat diraih seseorang hanya dengan sebuah satu kata kunci.
-Bab keempat berudul "Beratnya Ucapan Ditentukan Oleh Dalamnya Isi"
Di bab ini kita akan diberi cara-cara untuk melatih cara berbicara kita mulai dari latihan kecil yang dilakukan secara terus menerus.
-Bab kelima berjudul "Suara Bagus Bukan Bawaan Dari Lahir"
Di bab ini kita akan diperkenalkan kepada tokoh-tokoh hebat yang sukses dengan bermodalkan cara berbicara mereka. Contohnya seperti Yoo Jae Suk seorang presenter dan komedian terkenal di Korea Selatan yang sukses karena kerja kerasnya dalam melatih cara berbicaranya hingga diakui dunia.
Dibalik kesuksesan pasti ada yang namanya kegagalan. Segalanya ada bukan bawaan dari lahir, akan tetapi bagaimana kita memanfaatkan keberadaannya.
Dibalik keunggulannya, buku ini memiliki beberapa kekurangan. Pertama, karena buku ini merupakan buku terjemahan dari bahasa Korea, ejaan yang diberikan dapat membuat pembaca dari Indonesia kebingungan. Kedua, tokoh-tokoh yang dihadirkan kebanyakan merupakan tokoh-tokoh publik Korea Selatan, sehingga beberapa pembaca dari Indonesia mungkin akan kurang familier.
Terlepas dari kekurangannya, buku ini sangat menarik untuk dibaca. Saya merekomendasikan buku ini kepada teman-teman semua yang mungkin masih kurang percaya diri ketika berbicara, atau merasa bahwa orang-orang hebat di luar sana sudah hebat karena bawaan sejak lahir sehingga menyerah untuk belajar.
Saya sudah bergabung menjadi salah satu dari jutaan orang yang menerima manfaatnya, sekarang giliran Anda.
Yuk mampir
Instagram: sweetovrn
Twitter: sweetovrn
Spotify: sweetovrn

Komentar
Posting Komentar